Senin, 13 Januari 2014

Huruf Jawa



A.    Pengertian Tentang Huruf Jawa

            Huruf Jawa (dasar) itu ada 20 macam, yaitu: ho no co ro ko, do to so wo lo, po dho jo yo nyo dan mo go bo tho ngo. Ke-20 macam huruf ini mempunyai sifat masing-masing yang bila diterjemahkan adalah sebagai jari-jari manusia, dan masing-masing mempunyai arti sendiri-sendiri.

            Ho = hurip (hidup), no = nur, co = cahaya, ro = roh, ko = kumpul, do = dzat, to = tes, so = siji, wo = wujud, lo = langgeng (kekal), po = papan, dho = dhawuh (perintah), jo = jasad, yo = nyaguhi (sanggup), nyo = ngelungake (memberikan), mo = margo (jalan), go = gaib, bo = babar (lahir), tho = thukul (tumbuh) dan terakhir ngo = ngalam gumilang.

            Tentang Huruf Jawa Yang Disusun Yang Paling Depan Dengan Paling Belakang.

            Ho ngo = hangen-hangen (angan-angan), no tho = nuthuk (memukul), co bo = coblong/bolong, ro go = raga, ko mo = benih, do nyo = ndonyo (dunia), to yo = air, so jo = siji, wo dho = wadhah (tempat) dan lo po = lampus.

            Huruf pertama dan huruf ke-9 adalah ho wo. Howo adalah udara, dan sifat ini ada pada laki-laki karena laki-laki mempunyai lobang jumlah sembilan. Dan apabila 20 dikurangi sembilan (9) akan ada sebelas (11), sifat itu ada pada wanita karena wanita mempunyai 11 lobang, selisih dua dengan laki-laki yaitu pada puting susu.

B. Pengertian Tentang Hawa Nafsu

            Hawa artinya angkara murka, nafsu adalah daya kekuatan. Jadi hawa-nafsu secara keseluruhan berarti angkara murka yang didorong oleh kekuatan syetan.

Tentang Sedulur Papat Limo Pancer

1. Mutmainah: bersemayam di jantung berwujud air berwarna putih, dengan watak yang suci dan sungguh-sungguh, pintunya ada di hidung. Hidung adalah alat atau panca indra yang tak pernah bohong. Contoh: ketika hidung mencium bau ikan asin maka bisa dipastikan du dapur ada yang memasaknya meskipun mata belum malihat. Ketika hidung mencium bau trasi yang kagak enak, tetapi tetap juga dimakan atau dibutuhkan meski sekedar hanya sebagai bumbu. Ketika hidung mencium bau harumnya kembang toh ketika dimakan rasanya tidak enak, pahit.

2. Amarah: bersemayam di empedu, berwarna merah dan berwatak keras, angkara murka, dan pintunya ada di telinga. Keterangannya: manusia bisa merasakan baik dan buruk karena mempunyai telinga, dan ketika mempunyai keinginan yang jahat atau yang baik maka itu karena darah yang berwarna merah. Darah itulah yang menyebabkan manusia bisa berbuat sesuatu, dan manusia tanpa darah yang berwarna merah itu maka dunia ini akan sepi dan tidak akan seperti sekarang ini.

3. Supiyah: bersemayam di lobang tali plasenta (wudel), berwujud angin yang berwarna kuning, berwatak mengumbar hawa nafsu (mau menangnya sendiri), pintunya ada di mata. Maka dari itu mata bisa dikatakan lanange jagad (yang paling berkuasa). Mata dipakai untuk melihat semua hal yang tergelar, maka manusia mempunyai keinginan karena mata melihat. Supiah pintunya ada di mata tetapi berwujud angin kuning yang akan keluar dari hidung.

4. Aluamah: bersemayam di lambung yaitu tempat menyimpan makanan, kalau usus merupakan tempat kotoran. Aluamah berwujud tanah yang berwarna hitam, mempunyai kesenangan untuk merasakan makanan yang enak-enak, maunya hanya senang dan enak. Pintunya ada di mulut, maka dari itu bisa celaka karena kata-kata yang keluar dari mulut sendiri. Mulut yang dalam bahasa Jawa cangkem mempunyai arti cancangen supoyo mingkem (ikatlah agar tertutup), kata-kata yang baik maupun buruk asalnya sama saja maka akan lebih baik jika mulut digunakan untuk berkata-kata yang baik-baik saja. Diam adalah emas.

5. Pelengkap agar menjadi lima adalah hidup, yaitu yang menghidupi empat perkara yang diatas tadi. Atau yang disebut sedulur papat kalimo pancer, ya hidup itu adalah pancernya. Jadi mutmainah, amarah, supiyah dan alumah semua dipinyai oleh hidup.

Keblat Papat(4) Limo (5) Pancer dalam Keseharian.

Manusia mempunyai tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan, kaki kiri dan yang ke-lima adalah teluning atunggal, yaitu: baitul makmur, baitul mukarom dan baitul mukodas.

Bibit Dumadi

1. Bayi umur sebulan dilambangkan dengan huruf jo, disebut nukat ghaib, airnya nur mani, laut berupa layar putih, bangunannya kumalah yang berarti juga riris tangis.

2. Bayi umur dua bulan dilambangkan dengan huruf yo, disebut koat ghaib, airnya nur buat, lautnya rantai yang disebut juga kismo djati.

3. Bayi umur tiga bulan dilambangkan dengan huruf nyo, disebut rijalolah ghaib, airnya nur roso, lautnya kumolah, yang berarti juga Hyang Widhi.

4. Bayi berumur empat bulan dilambangkan dengan huruf mo, disebut rikmo djati. Airnya nur kumoro djati, lautnya bindari suci yang disebut juga Sang Hyang Adji.

5. Bayi berumur lima bulan dilambangkan dengan huruf go, disebut jo kumolo, airnya nur kismoyo, lautnya imoloyo, yang disebut juga Sang Hyang Brahma yang berwujud sedulur limo.

6. Bayi berumur 6 bulan dilambangkan dengan huruf bo, disebut roso hendro moyo, airnya nur cahyo, lautnya kumoro danu, yang disebut sebagai manu maningkem manunggale kawulo lan gusti dengan wujud rasa yang enam itu.

7. Bayi berumur 7 bulan dilambangkan dengan huruf tho, disebut waringin sungsang, airnya tali roso, lautnya madu nirmolo, yang berarti Heru Seto Jinggo Moyo Jati. Berwujud air ketuban dan ari-ari.

8. Bayi berumur 8 bulan dilambangkan dengan huruf ngo, disebut mayang kumoro sari, airnya manik gito, lautnya cupu purbo miseso yang disebut juga Jono Loko Jati, berwujud kakak tertua dan si bontot.

9. Bayi berumur 9 bulan dilambangkan dengan huruf wo, disebut Hendro Loko Jati, airnya nur tirto moyo, lautnya tak bertepi yang disebut pula Sastro Jendro Hayuningrat dengan wujud sadad tanpa sabdu.

Setelah itu bayi akan lahir dan melihat terangnya dunia yang dilambnagkan dengan Bintang Johar sebagai kelahiran (dumadi ingsun), yang disebut pula bintang Al Ghoniyyu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar